Pada hari Rabu, 21 Oktober 2026, telah dilaksanakan kegiatan siaran radio bersama Radio Republik Indonesia (RRI) Jember dengan tema “HIV/AIDS: Kenali Faktanya, Lawan Stigmanya!” yang dibawakan oleh Nadia Cahyaning Ramadhani dari divisi Human Resources dan Nabila Syarief dari divisi Creative Design.Siaran diawali dengan pembahasan mengenai pengertian HIV dan AIDS serta perbedaan keduanya. Dijelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan tahap lanjut dari infeksi HIV ketika sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan berat. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai gejala HIV, termasuk kemungkinan seseorang tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, status HIV tidak dapat diketahui hanya melalui penampilan fisik, melainkan perlu dipastikan melalui pemeriksaan HIV.Selanjutnya, dibahas mengenai cara penularan HIV melalui cairan tubuh tertentu, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan rektal, dan air susu ibu. Pendengar juga diberikan pemahaman bahwa HIV tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi alat makan, maupun menggunakan toilet umum. Selain itu, disampaikan berbagai upaya pencegahan HIV, antara lain menggunakan kondom, tidak berbagi jarum suntik, memastikan penggunaan alat medis yang steril, melakukan pemeriksaan HIV sesuai risiko, serta memanfaatkan profilaksis prapajanan atau Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi individu yang membutuhkannya.Pembahasan kemudian berfokus pada pentingnya pengobatan dan dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV. Dengan menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) secara rutin dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, orang yang hidup dengan HIV tetap dapat menjalani kehidupan yang sehat dan produktif. Selain itu, dibahas pula penyebab dan dampak stigma serta diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV, baik terhadap kondisi mental maupun kehidupan sosial mereka. Menanggapi kasus penolakan pasien oleh dokter gigi karena status HIV, ditegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara profesional tanpa diskriminasi, dengan menerapkan Kewaspadaan Standar (Standard Precautions) kepada seluruh pasien.Melalui kegiatan siaran ini, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS berdasarkan informasi yang benar, menghindari anggapan keliru, serta berperan aktif dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV. Masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan, menghormati privasi, dan memperlakukan setiap orang secara adil tanpa membedakan status kesehatannya. Sejalan dengan tema “HIV/AIDS: Kenali Faktanya, Lawan Stigmanya!”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan bebas dari diskriminasi.
