{"id":723,"date":"2026-05-11T01:08:40","date_gmt":"2026-05-11T01:08:40","guid":{"rendered":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/?p=723"},"modified":"2026-05-11T01:08:41","modified_gmt":"2026-05-11T01:08:41","slug":"kram-otot-sekedar-pegal-atau-tanda-bahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/?p=723","title":{"rendered":"Kram Otot : Sekedar Pegal atau Tanda Bahaya ?"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Berita Acara PIONEER ON AIR: Jaga Malam RRI Jember<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada Rabu, 6 Mei 2026, PIONEER Fakultas Farmasi Universitas Jember kembali menyapa<br>masyarakat melalui program siaran <em>Jaga Malam RRI Jember <\/em>dengan menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, dua anggota PIONEER, yaitu Diva Andin Hariyanto dan Nisa Urrosidah, hadir sebagai narasumber dengan membawakan tema \u201cKram Otot: Sekedar Pegal atau Tanda Bahaya?\u201d. Acara berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dengan suasana santai namun tetap penuh informasi bermanfaat bagi pendengar.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awal pembahasan, tim PIONEER menjelaskan bahwa kram otot merupakan kondisi ketika otot mengalami kontraksi mendadak secara tidak sadar sehingga menimbulkan rasa nyeri. Kondisi ini dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dan cukup sering dialami oleh banyak orang. Penyebab kram sendiri tidak hanya karena tubuh kurang minum, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh aktivitas fisik berlebihan, kurangnya mineral penting dalam tubuh, hingga posisi tubuh yang kurang tepat dalam waktu lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam siaran tersebut, PIONEER juga mengingatkan bahwa kram otot tidak selalu dapat dianggap sepele. Walaupun umumnya dapat hilang dengan sendirinya, kram yang muncul terlalu sering atau berlangsung lama perlu mendapatkan perhatian khusus. Apalagi jika disertai gejala lain seperti kesemutan, kelemahan otot, pembengkakan, maupun perubahan warna kulit. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan lain, misalnya masalah pada saraf, aliran darah, atau gangguan metabolisme tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pendengar juga diajak mengenali bagian tubuh yang paling sering mengalami kram. Otot betis menjadi area yang paling umum mengalami kram, terutama saat malam hari atau setelah melakukan aktivitas berat. Namun, kram juga dapat muncul pada paha, telapak kaki, tangan, hingga bagian perut. Tim PIONEER turut menjelaskan bahwa penyebab kram ternyata lebih kompleks daripada sekadar kekurangan cairan dan elektrolit. Gangguan pada kontrol saraf terhadap otot akibat kelelahan juga dapat memicu otot berkontraksi secara tiba-tiba.<\/p>\n\n\n\n<p>PIONEER kemudian membagikan langkah sederhana yang dapat dilakukan saat kram muncul secara mendadak. Pendengar disarankan untuk menghentikan aktivitas sejenak dan melakukan peregangan ringan pada bagian otot yang terasa kram. Pemijatan perlahan dan pemberian kompres hangat juga dapat membantu meredakan ketegangan otot. Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh tetap penting dilakukan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sesi berikutnya, narasumber membahas alasan mengapa kram sering terjadi ketika atau setelah olahraga berat. Saat otot bekerja terlalu keras tanpa pemanasan dan adaptasi yang cukup, otot akan lebih mudah mengalami kelelahan sehingga risiko kram meningkat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk melakukan pemanasan sebelum olahraga dan tidak memaksakan tubuh melakukan aktivitas fisik secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, siaran ini juga membahas kelompok yang lebih rentan mengalami kram otot, seperti lansia, ibu hamil, atlet, serta penderita diabetes dan penyakit ginjal kronis. Konsumsi kafein dan alkohol secara berlebihan juga disebut dapat meningkatkan risiko kram karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penutup, tim PIONEER mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana guna mencegah kram otot, seperti mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung elektrolit, rutin melakukan peregangan, menjaga kualitas tidur, dan menghindari duduk atau berdiri terlalu lama dalam satu posisi. Melalui siaran ini, PIONEER berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan tidak lagi menganggap kram otot sebagai hal yang selalu sepele.<\/p>\n\n\n\n<p>PIONEER Fakultas Farmasi Universitas Jember akan terus menghadirkan berbagai edukasi kesehatan yang menarik, informatif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan siaran maupun program lainnya. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berita Acara PIONEER ON AIR: Jaga Malam RRI Jember Pada Rabu, 6 Mei 2026, PIONEER Fakultas Farmasi Universitas Jember kembali menyapamasyarakat melalui program siaran Jaga Malam RRI Jember dengan menghadirkan edukasi kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, dua anggota PIONEER, yaitu Diva Andin Hariyanto dan Nisa Urrosidah, hadir sebagai narasumber dengan membawakan&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":724,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pionair"],"gutentor_comment":0,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=723"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/723\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":725,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/723\/revisions\/725"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pioneer.farmasi.unej.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}