Pada hari Rabu, 11 Maret 2026 telah dilaksanakan kegiatan PIONAIR dengan topik “Strategi Puasa bagi Penderita Diabetes”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pendengar Radio RRI mengenai kondisi penderita diabetes saat menjalankan ibadah puasa serta cara menjalani puasa secara lebih aman dan sehat. Materi disampaikan oleh Jannatun Firdausy S. dari Divisi Social Project dan Kayla Puspa Ramadhani H. dari Divisi Science & Literature. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa puasa dapat memengaruhi kadar gula darah pada penderita diabetes. Selama berpuasa, kadar gula darah dapat mengalami perubahan, baik meningkat (hiperglikemia) maupun menurun (hipoglikemia), tergantung pada kondisi tubuh dan pola makan masing-masing individu.
Selain itu, dijelaskan bahwa penderita diabetes masih memungkinkan untuk berpuasa selama kondisi tubuh stabil, tidak memiliki komplikasi, serta tetap melakukan pemantauan kadar gula darah secara rutin. Namun, apabila muncul gejala seperti pusing, lemas, keringat dingin, haus berlebihan, atau sering buang air kecil, maka puasa sebaiknya dihentikan demi menjaga keselamatan dan kesehatan. Disampaikan pula beberapa kondisi yang membuat penderita diabetes tidak dianjurkan berpuasa, seperti hipoglikemia, hiperglikemia, ketoasidosis, dan dehidrasi yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Materi juga memuat beberapa tips agar puasa dapat dijalani dengan lebih aman bagi penderita diabetes, antara lain melakukan konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa, memilih makanan berserat dan karbohidrat kompleks saat sahur, menghindari makanan atau minuman yang terlalu manis, mencukupi kebutuhan cairan, serta melakukan aktivitas fisik ringan. Pola makan yang dianjurkan juga dijelaskan, yaitu saat sahur disarankan mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah dan tinggi serat, seperti nasi merah, oatmeal, atau jagung, disertai sumber protein dan sayuran. Sementara saat berbuka, dianjurkan untuk memulai dengan porsi kecil agar tidak terjadi lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Selain pengaturan pola makan, penderita diabetes juga dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi gula, tinggi garam, makanan berlemak, serta makanan yang terlalu pedas. Pemantauan kadar gula darah menjadi hal yang sangat penting selama puasa, yang dapat dilakukan pada beberapa waktu, seperti saat sahur, pagi hari, siang hari, sore hari, menjelang berbuka, dua jam setelah berbuka, atau ketika muncul keluhan tertentu.
Sebagai penutup, disampaikan bahwa puasa bagi penderita diabetes tetap dapat dilakukan selama kondisi tubuh memungkinkan dan kadar gula darah tetap terkontrol. Kunci utamanya adalah menjaga pola makan, rutin memeriksa kadar gula darah, serta tidak memaksakan diri apabila tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau gangguan kesehatan.
